Tampilkan postingan dengan label catatan kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan kecil. Tampilkan semua postingan

06/02/12

Kenangan Di Kota Medan


Tahun Baru di Pulau Baru @Bandara Polonia Medan (2 Januari 2012)


Keluar Bandara udah disambut SPBU Petronas, seperti memasuki negeri tetangga


Nunggu pembagian kamar sampai berjam-jam... @Lobi Emerald Garden Hotel


Photo bareng teman BPS OJT Medan



hmmm.. Nyobain kuliner bebek goreng medan..


Tempat penampungan sementara...



mlaku-mlaku nang merdeka walk...



rugi deh pokoknya kalo dimedan g nyempetin makan duren hehe.....



ini dia tempat2 yg rutin dikunjungi hehe..



10/09/09

Pesona Sura-Madu


Suramadu memang indah
Bak lukisan maha karya

Yang menambah eloknya selat madura
Impian lukisan indah tlah menjadi nyata


Haruslah kita bersyukur
Tuk negri kita yang indah
Walau Dengan semakin banyaknya polusi udara

Tetapi ada Manusia yang ceroboh
Sengaja merusak untuk kepentingan sendiri

Smoga slalu ada yang peduli
Akan maha karya abadi

My NetLog


Berawal dari netlog baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik


Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua

Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia

Cuma itu yang kuberikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu

Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia

...(terinspirasi my facebook-gigi)



13/08/09

Selamat Tinggal Ibu ...


Kini baru aku sadari hatiku mulai beku...
Tak lagi bisa mendengar doa yang slalu terpanjat untukku...
Oh.. sungguh besar kasih sayangmu padaku...

Sejak kecil aku melihat ibuku slalu sibuk,
Bangun diwaktu subuh, beliau mencuci, menyapu rumah, memasak, menyiapkan pakaian,
Semua untuk aku...

Terkadang aku bangun kesiangan,, ibukulah yang membangunkan aku...
Selesai mandi dan berpakaian, dimeja sudah tersaji nasi goreng sarapan kesukaanku...

Ibu tidak pernah menyuruhku ambil sarapan sendiri didapur, kasih sayang beliau Sangat tulus padaku...

Setiap idul fitri merupakan hari yang paling bahagia buatku...
Ibu tak pernah lupa membelikanku baju buatku...

Terkadang akupun tak sadar Akan tulusnya kasih sayang ibuku..
Cuma bisa tertawa riang tak pernah merasakan susahnya cari uang...

Ibu.. maafkanlah aku...
Maafkan aku belum sempat Untuk membalas semua cinta..
Hingga saatnya kau pergi aku belum bisa membuatmu bahagia..

23 Tahun tak terasa engkau merawatku...
segala impianku sejak kecil sudah terpenuhi...
Kini penyesalan pun tak ada gunanya
Ibu dengar aku bersumpah tuk slalu memanjatkan doa bagimu...

Selamat jalan ibu.........




26/05/09

Belum Punya Judul



Sering kali kutemukan
Mahkota bertabur intan permata
Meski aku telah terbiasa





12/12/08

Salute To Pohon

Assalamualaikum

Jarum jam dinding dirumah saya waktu itu menunjuk pukul 07.00 (wkt tuban). Kurengkuh HP Nokia yang kuletakkan diatas sofa kuning, ada 2 sms masuk, " Bayu Indra meniggal.. Bs brangkat hbs subuh sama azar"

Sesaat itu juga aq diam, termenung, seolah tak percaya. ("ah.. mungkin ini hanya mimpi", gumamku dalam hati). Kubuka sms itu sekali lagi, dan kubaca pelan dalam hati. Bayu Indra Triananto, begitu nama lengkapnya, salah seorang sahabat yang baik hati, pintar, dan ramah, yang seminggu kemarin bermain bola bersamaku di Old Trafford dan sempat merangkulku setelah pertandingan sembari berkata "Djoccer harus menang di Final". Tidak ada firasat atau tanda2 apapun,, semuanya seolah normal2 saja,, dia bermain bola dengan stamina yg fit. Dan kata-kata itu mungkin pesan terakhir seorang Bayu INdra Alias POHON kepadaku dan tmn2 smuanya. Sebuah pesan singkat yang sarat dengan makna,, ppesan yang mampu memberi semangat kepada kita (F39) untuk selalu maju dan menjadi yg terdepan. Rangkulan Pohon kepadaku seolah adalah "pamitan" tak akan aku lupakan sebagai sahabat, dulur, rekan satu kelompok fisdas, dan inspirator dalam menjalani hidup ini untuk selalu mendekatkan diri kapada-NYA. Aq masih belum percaya isi sms pagi itu, kemudian segera ku bergegas untuk menelpon salah seorang sahabat untuk menyakinkan kebenaran dari berita tsb. INNALILLAHIWAINNAILAIHIROJIUUN........................... ternyata benar bahwa Bayu Indra telah meniggal di malang karena sakit Demam Berdarah. Ya Allah berikan tempat mulia, ampunan dosa, dan ketabahan bagi keluarganya serta kawan2 yg di tinggalkan.
"Everyone must leave something........ Final salute to my special friend : BAYU INDRA alias POHON" . Amien.

NB:Minta maaph kpd teman2 karena tidak bisa ikut ta'ziyah dikarenakan ada resepsi pernikahan kakakqu di Tuban


01/12/08

Anak Tangga Cinta

Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.


Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya. 50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ..

Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.


13/11/08

Amini EgoKritiku...........

surabaya, 9 Nopember 2008

Siang terasa masih pagi, suasana mendung menyelimuti, kapas-kapas langit yang mengudara diatas mulai berubah kusam, ah... hari itu terasa sejuk dan nikmat sekali baca koran sambil ditemani es teh manis di warung pak Jali... ”kok tumben surabaya cuacanya gak begitu panas” – gumamku dalam hati. Keprihatinanku pada sesosok gadis berusia 12 tahun bernama Lutfiana Ulfa yang muncul di koran Jawa Pos halaman pertama waktu itu membuatku gundah. Entah berapa lagi anak dibawah umur dinegeriku yang harus kehilangan masa kanak-kanaknya. yang harus putus sekolah. yang harus menanggung malu, yang harus kehilangan teman-teman di sekolahnya, yang harus..... ( tak kan cukup di ungkapkn dg kata-kata). Bukan karena alasan ekonomi melainkan POLIGAMI.


”Umur rolas taon cuk,,,, wes di kawin....” ketus salah seorang kawan yang duduk di sebelahku. ya... saat itulah Puji tersenyum bisa nampang di koran maupun televisi, bak seorang artis yang lagi naik daun. Puji merupakan seorang pengasuh pondok pesantren yang disebut-sebut sebagai ”Syeh” (mungkin salah satu kasta tertinggi pada kaum ulama’) sekaligus pengusaha kaya raya dan sudah punya istri. Dan menurut berita beliau akan menikah lagi dengan anak yang masih berusia 8 dan 9 tahun untuk kemudian dilatih mengelola bisnis pribadinya. Sangat jauh dari sang kanjeng nabi Muhammad yang menikahi siti aisyah(9 thn) untuk kepentingan agama dan umat, bukan untuk kepentingan pribadi.
Dari sini benakku mulai bertanya-tanya : apakah Puji menderita Pedofilia? Kenapa anak sekecil itu di jadikan istri? Bukankah lebih baik dijadikan anak asuh di pondoknya? Dan yang membuatku heran, mengapa masih ada saja orang yang mengamini hal ini? Apakah hati mereka dibutakan dengan uang? Mengapa juga polisi diam saja, bukankah puji sudah jelas2 melanggar undang-undang perkawinan dan perlindungan anak di republikku?
Begitulah dinding budaya yang ada di republik ini, sudah muak’ aku melihat sikap aparat2 hukum yang selalu mlempem jika menghadapi kaum2 yang punya kekuatan uang dan politik seperti Puji. Kelakuan Puji jika dibiarkan bisa menjadi surga bagi kaum Pedofilia dan poligamers di republik ini. Dengan mengatasnamakan agama dan dalil mereka seolah mampu menjerat mangsa dan terhindar dari jeratan hukum. Hidup kaya raya, punya banyak istri muda, kepuasan seksual, dan kebal hukum......
Wallahualambisawab


Regards,

The Special_1

29/10/08

Taksi Masa Lalu

Di Taksi... segala diam menanti….
Angin tanpa baling2 dan oksigen menyelimuti....
Panas tak seperti milik pengemis kemarin hari,,

Kaca Taksi melihatnya mengaca diri..
Di atas jok empuk yg memang empuk sekali..
di balik dinding yang tak retak lagi..

Sekali lagi,
aku tak mampu berdiri...
Cuma bisa memandang anak2 matahari...
Ya Allah Gusti....
Syukurlah dia kini...........
mampu menikmati segala fasilitas hati.............
Aminn......
[Lutfi Albahroni]



21/10/08

Mungkin SBY Tersenyum



Telaga Special_1, 20 Oktober 2008

Ada yang menyeret hatiku ketika tiba-tiba terdengar ucapan “Kelakuanmu dancok-an!” oleh kaum2 preman di pasar genteng. ( mungkin mereka mengartikan dancuk-an sebagai aktifitas yg negatif, contone mabuk, freesex, judi, dll). Seolah-olah hanya org2 yg berjiwa seni dan adaptif lah yg mengerti. Banyak org yg tersinggung, berpaling, emosi, ato berpikir yg aneh2 jika mendengar kata dancuk. Ada yang menganggap kata ini najis, norak, jijik, ato apalah.. sehingga bisa mengakibatkan disharmonisasi antar teman, kawan, suporter, dan smua lapisan masyarakat. Sebaliknya sebuah Vivat yang nonsens terbit dari kerongkongan rakyat dinegriku, bahkan Mungkin SBY pun akan tersenyum jika mendengar seperti ini : " Dancok, uripku makmur saiki... ".


”Vivat Dancuk” mungkin juga tidak bisa disalahkan,, seolah-olah karena dancok juga belum punya makna yang jelas. Mungkin kata dancok ini berasal dari seni budaya jawa yg mempunyai nilai luhur sangat tinggi, mungkin juga tidak, karena aku tidak pernah mendengarnya di ketoprak maupun acara2 TV yang lain. Akan tetapi, Bagaimana dengan kata-kata seperti ini:
1. "hai cuk, suwe gak tau kethok nang endi?"
2. "ha..ha..ha.. dancok, gambarmu kok lucu tenan?"
3. " Saatnya arek its cuk! memimpin jawa timur" by IKA-ITS ( spanduk di depan sakinah waktu itu )

Toh.. kenyataan yg ada bahwa kata-kata itu juga sering muncul di kalangan kasta yg lebih tinggi semisal: anak pejabat, anak kyai, mawapres, guru, pak kajur, mantan2 kahima, pengurus2 organisasi, org2 terpelajar, sampai tikus2 birokrasi. Yang lebih membuat Arcapada Hatiku beku adalah ketika anak2 bangsa kita disuguhi melalui tayangan sinetron/film dengan budaya2 brengsek dari barat seperti, fuck you/fuck me ( yang jelas2 bermakna busuk,bejat, dan berhamburan di kamus bokep ) ataupun ucapan2 anjing, binatang, tai, pun jelas-jelas merendahkan harkat dan martabat manusia. Terakhir, jangan samakan Dancuk dengan budaya2 barat tersebut,, apalagi di pakai dalam hutan bokep yang menyesatkan... ha..ha..ha..

Pesan Kaum Kyai: berkata Astaghfirullah (bagi muslim), berdzikir spiritual dengan iklas tanpa ada unsur2 riya’/pamer lebih baik dari apapun...............








[By. The Special_1]


17/10/08

Bermalam Di Sendang Biru (Dermaga Pulau ”gibran”)


Di celah-celah rotasi waktu yang kosong, biasanya ku belanjakan roda aktifitasku untuk nongkrong di warkop, ataupun bermain Playstation dengan teman satu kos2an. Satu hal yang sekarang jarang aku sempatkan adalh aktivitas camping di hutan ato gunung. Mungkin terakhir kali aku lakukan ketika masih tergabung di KOMPASS (KomandoPecintaAlamSMUSABojonegoro). Kerasa berat, canggung, dan aneh kaki ini aku gunakan untuk membuat jejak lagi di tengah hutan/gunung, apalagi di Suatu Pulau yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Tak seperti ketika bermain futsal di lapangan. Sudah lama sekali aku tidak cuci mata memandang keindahan alam semesta yang terus mengembang. Bosan rasanya mendengar ”filosofi jancok” serta melihat mahasiswi2 ITS yang saat ini riwa-riwi dengan gaun seksi dan trendi.

Walaupun malam terakhir aku dan kawan2ku tidak jadi menginap di pulau, tapi kehadiran sendang biru sebagai dermaga masuk ke pulau sempu mampu menggurat kenangan di kelopak hati. Rancang Bangun api unggun, lalu menggosip tentang seorang kawan, tentang buku kenangan, dan tentang guyon suroboyoan. Sejenak aku seret pandanganku pada tulisan di mading pos keamanan, terdapat satu korban jiwa beberapa hari yang lalu. Mungkin itu sebabnya kami dilarang mendirikan Tenda di Pulau. Tapi syukurlah tak ada korban jiwa dari kami. Setelah sempat mengobrol dengan penduduk setempat, Aku jadi termenung sesaat.. melihat langit dan laut sembari mengkerlingkan batin. Pun rasa syukurku bergolak, setidaknya aku dan 17 kawanku tidak pernah merasa kesulitan di pulau ini. Amiiin......

”Upik bangun, sholat subuh dulu..” Suara gadis berintonasi lemah lembut menggugahku. Paginya aku seperti kesetanan, bangun pagi lalu ikut jamaah subuh dan sedikit olahraga, kemudian mengepak semua perlengkapan, termasuk membungkus Celana Dalamku pada kantong plastik. Terlalu banyak kenangan, meski singkat.. sekedar 2 hari. Tapi Sempu telah membuatku jatuh hati.. dan juga terenyuh... ketika HP Nokia sahabatku hilang di pelabuhan. Beberapa teman menangis.. semoga rasa kehilangan menjadi milik bersama karena Gusti Allah pun telah berusaha memberikan hikmah yang bermanfaat. Hampir satu jam aku merenung diatas Bison beroda karet.. kembali ke ”kota Dancok” sambil sesekali menengok ke belakang melihat laut.. dan pulau ”gibran” yang tak lagi kelihatan ..............

Sendang Biru, 9 oktober 2008

By. Lutfi Albahroni ( The Special_1 )

11/10/08

Ke-elokan Pulau Sempu


Pulau Sempu, 9 Oktober 2008

Entah kakiku yang terlalu lelah…atau semalam kurang tidur.. ditambah dehidrasi yang sangat tinggi.. mengiringi langkahku.. berjalan kaki menuju pantai pasir putih di pulau sempu. Jalan setapak ditumbuhi akar2 pepohonan bak fatamorgana dan kadang berhenti sejenak melangkahkan kaki guna melewati pohon2 tua yang tumbang. Hanya senyum manis 6 cewek yang membuatku bertahan dan 11 cowok yang selalu hadir dalam beragam nuansa yang kadang membuat pulau ini tidak terasa sepi…

Lelahku pun lenyap seketika, berganti ketakjuban atas kedipan air laut berkelopak pasir putih. Hamparan pantai permadani yang luar biasa jernih dengan ikan-ikan kecil yang lincah menyundul ke permukaan. Beberapa buih ombak kecil berloncatan di sekitar batu karang pulau. Pemandangan se-elok ini tak pernah aku liat saat tamasya di Bali bersama kawan2 SMA. Aku serasa jatuh cinta pada Sempu. Pulau yang cantik… dan tidak kalah gesitnya pandanganku beralih pada keenam gadis yang lincah sembari mencelupkan tubuhnya di kaki pantai....

Allahu Akbar! Adrenalinkupun membara untuk mengkaji dan memprakarsai keberhasilan F39 disana... Sebuah pantai di tengah pulau yang mempunyai nilai Filosofis dan entertainment yang begitu dahsyat. Segera kutancapkan bendera hijau di atas pasir, kuukir sebuah kata J-A-N-C-O-K diatas pasir sebagai tanda bahwa petualangan ini berlangsung nyata tanpa haus dan ketakutan .................
[The Special One]

Cerita di Atas Roda Besi


( Kereta Express Surabaya - Malang , 8 oktober 2008 )

Ada yang menyeret kulitku ketika angin tanpa baling2 mulai bertiup melewati celah2 jendela Kereta Express jurusan Surabaya-Malang. Filosofi Einstein tentang Teori Relativitas pada laju kereta aku renungkan dengan seksama. ( Mungkin Einstein bangga seandainya beliau duduk di sebelahku ). Langit gelap tanpa bintang tak menghalangi jangkauan retinaku yang lelah, memandangi tanggul-tanggul lumpur lapindo di sepanjang rel, sambil sejenak memikirkan keindahan mahkota alam Pulau Sempu sebagai tempat tujuan yang masih menjadi sebuah misteri yang belum terjelaskan.

Di atas roda besi Kereta, menawarkan sebuah doktrin2 pengetahuan baru bagiku, selain paham-paham keteknikfisikaan. Lalu-lalang penjual, pengemis, dan pengamen bersuara fals mungkin sudah wajar. Namun, saat itu aku terkesan dengan ibu setengah baya yang duduk satu bangku, tepat bersebelahan dengan kawanku. Aku terkesan bukan kerana kecantikan ato perhiasannya, tapi aku terkesan atas keramah-tamahannya.

”Anak ITS itu mutunya bagus-bagus lho..” kata ibu itu padaku dan ketiga kawanku yang duduk bersebelahan. “Ah, sama saja kok bu“ sahutku untuk membalas pujiannya. Satu jam lebih kami hanyut dalam percakapan dengan ibu ramah tadi. Mungkin ibu yang satu ini berangkat dari sebuah sosial ekonomi yang mapan. Beliau tak gengsi menceritakan secara detail anak gadisnya yang cantik, mungil, berkulit putih dan suka maen sama anak kecil. Sekarang anaknya sedang menempuh kuliah di Akuntansi Unibraw semester 7. “Namanya Nancy, ini nomer HPnya” ucapnya sambil menyodorkan HPnya kearahku. Kulirik sejenak HP Nokia itu, sambil menganggukkan kepala seolah-olah aku telah menghafalnya. Tak lama kemudian ibu setengah baya itu berpamitan turun ke Stasiun Setempat dan tak lupa meninggalkan alamat rumahnya pada kami.

Seketika aku diam, terdengar bunyi filosofis yang muncul dari kerongkongan kawan yang duduk disebelahku, “JANCUK! Wong iku mungkin germo.. yang sedang menawarkan seorang anak gadis” ucapnya. Mungkin SBY akan tersenyum sebab kemiskinan rakyat indonesia berkurang, disebabkan oleh bertambahnya SDM yang pandai berinovasi marketing semacam ini......
Ya Allah Gusti, hindarkan kami dari segala keburukan. Amin.
[Lutfi Albahroni]

22/09/08

Catatan Di Juanda


[“Waktu itu,, masih ingat betul keberangkatanku dengan 2 kawanku ( awal dan leon ) yg tergopoh-gopoh guna menyusul pasukan F39 road to JAVA”]

Setiba Di Bandara Juanda,, seolah aku sudah pergi meniggalkan ”Dancok City”, karena tak akan ada lagi ”vivat” ini berkumandang ditellingaku, mungkin ada beberapa tapi dalam hati,, dan itu terasa nikmat bagi kaum mereka... Tak kudengar lagi lantunan kata2 seperti ini: ”Dancok, suroboyo nek awan puanas”,, ”jancuk, macet maneh rek”,, ”jancok aq ngamen cuman dikei 100”,, Disini, segala yang ada lebur dalam udara kemewahan... Kaum pejabat, birokrat, artis, orang2 kaya, entah sedang apa mereka di ruang tunggu,,memainkan alat2 elektronik abad 21 dengan penuh khidmat, khusuk dalam tahmid yang menekun batin,, “seolah-olah” mreka lupa bahwa mreka akan segera menaiki benda yang sangat-sangat-sangat........ 33x rapuh. “Ya Allah Gusti Pengeran,, Ampunilah Hamba2mu ini.... berilah kami keselamatan.....” Kumandangku dalam hati ketika hendak pertama kali naik pesawat ADAM AIR. [Lutfi Albahroni]

21/09/08

Perkenalan Di Pesawat



Di Pesawat....

Aku.....berkenalan dengannya, Ia berdiri di sudut belakang, tepatnya dibelakang kursi yang aku duduki.. Tatapannya lurus tajam memandangku, dengan bulu alis matanya yang mengombak ringan......Matanya terlihat sayu di kelilingi goresan-goresan make-up.. Aku tidak bawa Handycam, tapi aku merekam segala suasana itu dengan utuh, detil, akurat, didalam tengkorakku...

Aku mulai bingung......

Membuat flowchart perkenalan, mensensing perkataan, mentrigger pembicaraan, dan men-tuning perlakuan.. meskipun segala data yang masuk ketengkorakku waktu itu membuatku terpikat. Pun aku belum juga punya alasan yang tepat untuk mendekatinya. Aku kembali menikmati pemandangan kota lewat kaca pesawat, merasakan betapa agungnya bumi ciptaan Allah. Perlahan aku merasa ada sinyal yang menghampiriku, merasakan variabel yang sama. Kami saling menikmati diam sejenak, saling bertatap muka, mencoba menerjemahkan flowchart perasaan masing-masing, mungkin yang ia rasakan juga sama, dari sudut pandang khayalan imajiner( he he )

Kemudian Si cantik itu tersenyum kearahku,, kedua bola matanya memandang kearahku,, bulu-bulu matanya pun tak lupa melambaikan sebuah pesan ke arahku. ( Oh... ternyata ia sedang mengecek sabuk pengamanku )

Sejenak aku memejamkan mataku,, seolah –olah sedang loading untuk menyimpan keindahan paras si pramugari itu di balik kelopak mataku. Jantungku terus berdegup, sekeping hatiku seakan mekar lagi setelah beberapa saat kuncup,, otak yang terbungkus oleh tengkorakku pun semakin beku....... Ya Allah Gusti Ampunilah aku................

Tanpa disadari hidup memang penuh misteri,, smua keindahan yg tersimpan di balik kelopak mata,,tepatnya didalam tengkorak,, lambat laun akan layu,, terbang bersama waktu dan musim-musim,, Akupun mulai lupa akan peristiwa perkenalan itu, mulai lupa dengan sensasi saat aku dan dia bertemu. Sekarang Aku sudah terlarut dalam aktifitas TA-ku yang tidak teratur, dengan segala petualangan dan tantangan yang aku nikmati tiap malam. Sampai suatu hari kemarin aku baru sempat menulisnya..... kutulis dan kusimpan dibalik tengkorak semikonduktor berlabel Intel.

Sepert Itulah...... perkenalan aku dan dia, tak sempat mengetahui nama, tak sempat bertukar nomor HP, alamat dan tujuan .......................................
[ Lutfi Albahroni ]

20/09/08

Filosofi Otak


Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu,, dengan dianugerahi otak di dalam tubuh aku, didalam kepala aku, tepatnya di tengkorak kepala aku. Sehingga tidak peduli semiskin apa pun aku, aku tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak aku, pikiran aku, dan ide2 aku. Hanya Tuhanku yang bisa....
Maka dari itu, aku akan pelihara otak aku dengan sedikit permaianan, termasuk doa & pertaubatan, yang dapat membuatku lebih kaya,,lebih berharga,,

Jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan .......

17/09/08

Gerbang Logika

Mungkin sebagian besar orang tidak tahu bahwa semua kenyamanan, kemudahan, dan kecanggihan teknologi yang Anda rasakan saat ini dari perangkat komputer, HP,internet, satelit, pesawat terbang, TV, Flasdisk, dll berawal dari gerbang-gerbang logika yang sederhana. Sebagai mahasiswa ITS memang sudah WAJIB hukumnya untuk bercumbu dengan berbagai teknologi yang terus melaju cepat. Puji syukur setinggi-tingginya kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kaum2 teknolog, mahasiswa, anak2 pejabat, petani, pengamen, bahkan pengemis pun yang telah mampu menikmati sedapnya gerbang-gerbang logika.

Gerbang-gerbang logika memang sangat mudah untuk dipelajari dan dihafalakn. Tapi sebagian besar orang tidak tahu fungsinya secara jelas dan sederhana jika diaplikasikan di dunia maya. Semua ini adalah bagian dari kepintaran manusia yang dianugerahi otak oleh Allah,, untuk memanfaatkan gerbang-gerbang sederhana tersebut menjadi berbagai macam teknologi saat ini. Semua itu tidak akan luput dari peran serta gerbang-gerbang logika ini.

Tolong kasih komentar, penjelasan, gambaran, atau apalah tentang filosofi gerbang-gerbang logika di berbagai bidang (satu bidang/alat saja sudah cukup). Jawaban yang paling kreatif dan mempunyai nilai seni akan saya posting di blog ini dan terancam mendapatkan nilai plus.

NB: Flip-flop juga salah satu ciptaan tuhan yang berpondasikan gerbang-gerbang logika yang sudah kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari,, flip-flop apakah itu??? bisakah para pembaca yang budiman membantu saya untuk menjelaskan aplikasi dari flip-flop itu sendiri??????

Ketika Darwin Tersenyum


14:56 am

Pengkaderan,, sebuah kegiatan yg melaju tanpa henti tiap tahun yang kadang membuat anak2 adam menjadi jenuh. Tapi tanpa pengkaderan kadang juga menyebalkan. Setidaknya banyak sensasi hidup yang membuat miris, meringis, bahkan tertawa. Pengkaderan menawarkan sebuah patologi pengetahuan baru yang kadang ekstrim, Di sini aku pernah melihat seorang maba cewek yg cantik di bentak rame2, seorang “maba2 lugu” bercumbu dengan pisuhan2, atau beberapa senior yang sedang PDKT.

15:18 am

Tapi yang pasti, dalam struktur geografis ITS,,.ada beberapa tipe Pengkaderan yg beragam ditentukan oleh status sosial masing2 jurusan dan banyaknya jenis kelamin yg dominan. Misalnya di jur. Biologi, kimia, statistic, dsb yang notabene banyak berjenis kelamin betina tidak sekeras pengkaderan di jur. Mesin, Tekfis, maupun Demits. Lambat laun terjadi semacam seleksi alam dan inovasi hidup,, dari maba yang dulunya diperlakukan bagaikan sorang “badut”,, ataupun bak “HomoSapiens”,, dan sekarang banyak maba yg kaya raya ( mugkin 7 % dari penduduk Indonesia) diperlakukan lebih manusiawi dg diberikan banyak “kesempatan”….. Sampai disini seleksi alam mulai terbukti dan teruji setiap zaman,, mungkin Ketika itulah Darwin bisa tersenyum lega…………..

16:00 am

Lupakan sejenak untuk pengkaderan,, karena aku sering menjumpai tentang sebuah lantunan filsafat “Jancuk” disekitar kampusku yang melaju tanpa henti tiap hari. Mungkin ini sebuah fenomena yang wajar...di tengah situasi politik negeriku yang “complicated” dan penuh basa basi busuk ini. Apalagi lihat mahasiswa ITS yg sibuk merias diri dan para “pejabat” gencar mengeluarkan kebijakan tanpa melihat lapangan yang menjerat leher mahasiswa. Sangat miris, merintis hati ini, ketika mendengar ucapan “Dancuk, SPP mundak maneh cuk” atau seperti ini “ Jancuk, aku gak duwe duwet gawe mbayar SPP, utangi aku po’o Cuk?”.

16:13 am

Berkali-kali dada ini sesak dan seperti ingin meneteskan “air mata” akan “Vivat Dancok” yang berhamburan. Kehadiran warga miskin,asongan, pengemis, dan pengamen 4 tahun lalu di kenjeran bersama F39 membuat aku terkesan. Beberapa anak bangsa, yg kreative, smart...duduk di kafe masjid (menuggu takjil), ber-AC-kan angin pantai dan berdiskusi tentang hidup yang paling tepat.

16 : 26 am

Jika kenyataannya seperti itu, mungkin aku hanya pria biasa yang bisa menikmati laju sepeda motor tua peniggalan kakak2ku menuju desa santri di Tuban dengan sawah2 cantik yang tersebar, sembari merenungi kata-kata ”Jancuk, kapan kemiskinan di negeriku bisa dihapus........ ”
Ya Allah Gusti Pengeran Kulo.... Ampuni segala Dosaku dan kedua Orang Tuaku,, semoga nti aq bisa buka bersama di Masjid dan begitu besar hikmah yang aku peroleh. Amin....... [Lutfi Albahroni]

Special Thanks to : My Best Friend M.Daimul Ihsan (Almarhum)

15/09/08

Filsafat

1: 41

1: 41 PM

Manukan, sebuah dusun di surabaya barat yg menyimpan banyak kenangan dan amarah. Cahaya matahari yg menengadah,, malam yang membungkus hari,,balok-balok raksasa metropolis yg telah kususuri,, tak kupedulikan demi Robot-Robot Gedek digital yg ingin bertempur di medan perang.waktu itu.

1:51 PM

Dalam gundah,gurauan,dan rasa lelah bersama kawan2 yg aq banggakan ( AW,T,L,P,F,AY, dll ). Lelah beradu konsep dan strategi serta asyik mendengar celotehan dari orang bengkel (Pak Sugeng-red) “ JANCUK! Aq sering dibujuki Bos-bos dan Insinyur, aq kerja keras cuman dibayar murah, padahal insiyure goblok2, Jancuk!”. Kata beliau.

Tapi hal semacam itu udah biasa,, kadang waktu aq juga melantunkannya dalam hati. Yang lebih membuatku menangis waktu itu adalah kejadian penggusuran PKL dan rumah kumuh sekitar jalan menuju bengkel Manukan. Aq melihat dengan mata kepalaku sendiri, wanita tua renta, ibu2, bersimpuh pasrah, melihat warung sekaligus rumahnya dibongkar satpol PP. Mreka2 cuman bisa bilang “ Dancuk, kenek opo wong mlarat digawe SUSAH terus “.

1:59 PM

Disinilah, berhamburan sebuah “Vivat Dancuk” dari kaum ekonomi menengah kebawah yang begitu tabu untuk aku dengarkan waktu kecil didesaku. Ya..”seolah-olah” kata ini bisa membuat pikiran jd tenang. Dari konteks ini, berkata Dancuk “seolah-olah” membuat mereka sudah merasa kenyang dari kelaparan, merdeka, dan kaya tanpa korupsi.

Seperti halnya kaum orang bengkel, tukang becak, kuli bangunan, pengamen, PKL, anak2 cuci mobil, Keluargaku dulu selalu bilang...”bertemanlah dengan anak2 yg rajin sekolah”.. Begitu pula guru sekolah dan guru spiritualku.. Mungkin juga istriku kelak akan marah, malu, atau menangis jika melihat aku nongkrong bersama kaum2 tsb..

Mungkin juga para pejabat, orang kaya, DPR, Pemerintah, direktur, selalu berpikir seperti itu, sehingga membuat kebijakan tanpa harus turun lapangan. Mungkin bagi mereka lebih baik mesum di hotel atau korupsi daripada bergaul dengan kaum2 tsb., atau lebih terhormat berpidato dengan tanpa “dzikir2” Dancok.

sebenarnya Dancuk tidak bisa disalahkan,, karena “vivat” ini hanyalah kata yg tak bermakna, maka yg bisa disalahkan adalah “mereka”

...... To be continue.......................

2:38 PM

Ya Allah... semoga bermanfaat tulisanku ini.. Semoga...besok bisa bangun pagi, dan. Begitu besar hikmah yang aku peroleh.... [Lutfi Albahroni]